Rabu, 29 Mei 2013

Seandainya.


                                              ‘’SEANDAINYA’’

Seandainya aku bisa mengetahui semua itu,mungkin luka,sakit,dan perih ini nggak akan aku rasakan seperti saat ini.Semua yang aku anggap indah justru terbalik dan semuanya terasa pahit.Ingin kubuang sakit ini,sakit yang benar-benar menghancurkan hatiku dan perasaanku.
Seandainya aku bisa mengetahui kepalsuan yang dia buat mungkin aku nggak akan menyesal seperti saat ini.Mungkin aku bisa tersenyum dan hari-hariku nggak akan seperti ini.Andaikan waktu bisa diulang kembali aku ingin tak mengenalnya dan aku nggak akan pernah mau mengenalnya.
Seandainya dari awal aku tau aku hanya tempat untuk pelarian.Mungkin semua nggak seperti saat ini.Hatiku patah,hidupku hampa,air mata ini terus menetes,dan pikiranku kacau.Yang aku rasakan saat ini Cuma satu cuman menyesal.Kenopa harus aku yang dibuat pelarian?Kenapa harus aku yang setiap hari kamu bohongi?Kenapa harus aku yang kamu sakiti?Apa aku punya salah ke kamu?Apa aku pernah menyakitimu?Apa kamu memang ingin membuatku seperti ini?Aku sadar aku memang nggak bisa sesempurna apa yang kamu mau?Aku nggak bisa jadi seperti apa yang kamu inginkan.Aku sadar aku nggak ada disaat kamu sedang membutuhkanku?Aku sadar dan aku tau aku nggak pernah memberimu sedikit kebahagiaan yang mampu membuatmu tersenyum.
Ketulusan yang aku buat yang aku ciptakan ternyata semua itu cuman dibalas dengan kepalsuan dan kebohongan yang diciptakan sediri oleh sosok yang selama ini mampu mengisi hati ini.Ketulusan ini aku persembahkan untuk orang yang mau menerima aku dengan apa adanya aku.Tapi aku salah,aku salah memberi ketulusan ini ke orang yang nggak akan pernah memberi ketulusannya kepadaku.
SEMUA INI NGGAK AKAN TERLUPAKAN. INI SEBUAH PELAJARAN BAGIKU.PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA DAN INI SEMUA PEMBERIAN TUHAN YANG SANGAT PAHIT.
          Terima kasih pernah hadir dan memberi sedikit warna di hidupku.Terima kasih luka yang telah kamu berikan kepadaku.Terima kasih telah mampu mebuatku

Bintang yang meredup


                               ‘’BINTANG YANG MEREDUP’’

Kehidupanku berubah setelah dia mulai pergi dan menjauh dari kehidupanku.Entah apa yang membuatku merasakan kehampaan setelah dia pergi menjauh dariku.Kehidupanku yang awalnya gelap ketika dia datang membuat kehidupanku berwarna namun sekarang dia pergi dan itu mengelapkan kehidupanku lagi.Waktu terus berlalu,yang lalu biarlah berlalu.Setiap malam aku berdoa agar ada seseorang yang menggantikan dia.Namun semua itu membuatku ingin kembali lagi dan mengulang kembali lembaran-lembaran yang telah aku lalui bersamanya.
Sampai saat ini sosoknya masih menghantui pikiranku.Sakit demi sakit akan aku lalui mungkin hanya kepedihan yang dapat menghitungnya.Ingin rasanya aku mengulangi saat-saat manis bersamanya.Namun semua tlah berlalu dan nggak akan mungkin bisa terulang lagi.Setiap malam aku berdoa kepada Tuhan agar aku diberi kekuatan dan petunjuk agar bisa melupakan semua kenangan itu.
Setiap hari aku berusaha untuk tersenyum menutupi kepedihan yang sedang aku rasakan.Senyuman yang mungkin bisa membuatku beristirahat sejenak untuk tidak merasakan semua sakit itu lagi.Kenangan itu semakin lama semakin membuatku ingat saat-saat itu.Entah apa yang harus ku lakukan sekarang?Aku hanya bisa memendam itu semua dan merasakan sakit itu sendiri.
Kepergian dia dari hidupku membuatku mengerti apa arti kesetiaan yang sebenarnya.Dan dari dia aku banyak belajar dan mengerti tentang apa itu arti kejujuran dan apa arti kesabaran.
Aku melepaskan dia pergi agar dia bisa mencari kebahagian yang mungkin bisa membuat dia tersenyum.Aku membiarkan dia pergi karna aku merasa memang dia pantas untuk pergi dariku.Aku mengikhlaskan dia pergi karna aku ingin melihat dia bahagia dengan seseorang yang ia sayangi.Terima kasih atas semua kenangan dan waktumu.Terima kasih telah memberi warna untuk hidupku walaupun hanya sebentarJ